<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS MTsS DMP Diniyyah Puteri</title> 
				<description></description>
				<link>https://www.mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Tiga Santri MTsS DMP Diniyyah Puteri Raih Honorable Mention di FSB Bidang OSEBI 2026 </title>
						                <link>https://mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id/dummy/berita/detail/tiga-santri-mtss-dmp-diniyyah-puteri-raih-honorable-mention-di-fsb-bidang-osebi-2026-</link>
						                <description>Tiga orang santri MTsS DMP Diniyyah Puteri
terpilih sebagai finalis Lomba Festival Sains dan Budaya (FSB) bidang OSEBI.
Didampingi satu orang guru pembimbing, para finalis bertolak ke Tangerang
Selatan, Banten, untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Kegiatan ini
dilaksanakan pada 20–23 Januari 2026 dan berlokasi di UTCC serta Kharisma
Bangsa School. Adapun tiga santri yang berhasil melaju sebagai finalis adalah
Asyarah Bahiya sebagai finalis Lomba Penampilan Puisi tingkat SMP/MTs, Voneisha
Tiova Shaquilla sebagai finalis Lomba Mendongeng tingkat SMP/MTs, serta Noura
Latifah Azzahra sebagai finalis Lomba Mendongeng tingkat SMP/MTs.Umi Nilla Wati
selaku guru pembimbing menyampaikan bahwa pengalaman ini sangat berharga. “Alhamdulillah, kegiatan ini tidak hanya
memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga bagi guru pembimbing. Hal ini
menjadi tolak ukur bagi diri kami untuk terus meningkatkan kreativitas dalam
berkarya serta melatih jiwa sportivitas santri. Selain itu, para santri juga
dapat mengembangkan wawasan dan memperluas pengalaman melalui kegiatan
pelatihan kepemimpinan serta bertukar pikiran dengan para finalis dari berbagai
daerah”, ujarnya.Pada penampilan puisi, Asyarah membawakan puisi
berjudul “Tangis Pohon Jati”. Puisi tersebut mengisahkan pembabatan
hutan secara semena-mena oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan sudut
pandang sebatang pohon jati tua sebagai saksi bisu perusakan alam. Asyarah
menampilkan puisi tersebut dengan penghayatan yang kuat, memadukan emosi marah
dan sedih, sehingga mampu menghadirkan suasana haru di dalam ruangan.
Penampilannya semakin berkesan dengan dukungan latar video yang menggambarkan
dampak penggundulan hutan, seperti bencana lumpur Lapindo dan tanah longsor,
yang disusun oleh Naira dan Fadilla.Sementara itu, penampilan Noura dan Voneisha juga
tak kalah menarik. Keduanya membawakan dongeng yang berakar dari budaya Minangkabau.
Noura menampilkan dongeng tentang dadiah, yoghurt tradisional masyarakat
Minang hingga saat ini, sementara Voneisha membawakan dongeng mengenai
perjuangan seorang nelayan dengan latar Danau Singkarak dan ikan bilih yang
terkenal di seluruh ranah Minang.Kepala Madrasah, Umi Rasyidah Z.
Day, menambahkan, “Selain menampilkan karya masing-masing, ajang ini menjadi
kesempatan bagi para santri untuk menimba pengalaman dan belajar hal baru.
Kegiatan ini juga melatih sikap dan karakter mereka, seperti sabar, syukur,
disiplin, tanggung jawab, dan ikhlas. Apapun hasilnya, yang penting sudah
berusaha maksimal dan mengambil pengalaman dari setiap proses, agar terus
menjadi manusia pembelajar”.Salah satu finalis, Noura Latifah Azzahra,
menyampaikan pengalamannya selama mengikuti ajang tersebut. Menurut Noura,
kegiatan ini memberinya banyak pengalaman baru, mulai dari kesempatan
berkenalan dengan banyak orang hingga mengasah kemampuan public
speaking. Ia
juga merasa lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan kakak tingkat, teman
sebaya, maupun adik-adik.“Semoga ke depannya kemampuan mendongeng saya bisa
lebih ekspresif dan dinamis, terutama dalam pengembangan storyline dan konflik
ceritanya,” ujar Noura. Ia bersyukur diberikan kesempatan mengikuti ajang ini
karena selain menambah pengalaman, juga memperluas relasi dan mempererat
kebersamaan dengan teman-teman. Noura juga menyampaikan ucapan terima kasih
kepada orang tua, Kepala Madrasah Umi Rasyidah Z. Day, Wakil Kesiswaan Umi
Restu, guru pembimbing Umi Nila, serta teman-teman finalis dari MTsS DMP dan teman-teman
seangkatan yang telah memberikan dukungan.Ia pun memberikan motivasi untuk adik-adik yang
akan mengikuti ajang serupa: “Semangat! Jangan malu mencoba hal baru dan jangan
gengsi. Jika ada sesuatu yang menarik minatmu, lakukan saja”.















Alhamdulillah, dalam ajang ini para
santri berhasil meraih Honorable Mention, dengan Asyarah menempati peringkat
pertama, Voneisha peringkat ketujuh, dan Noura peringkat kedelapan. Prestasi
ini menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan, dan semangat belajar para santri
membuahkan hasil, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk
terus berkarya dan mengembangkan diri. </description>
					                </item><item>
						                <title>Kehormatan Bagi Muslimah Sejati</title>
						                <link>https://mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id/dummy/berita/detail/kehormatan-bagi-muslimah-sejati</link>
						                <description>Lilit
mungkin tidak asing bagi warga Sumatera Barat khususnya Padang Panjang.
Bagaimana tidak, sampai hari ini lilit masih digunakan sebagai hijab, baik
dikalangan wanita dewasa maupun remaja. Lilit merupakan penutup kepala yang
digunakan untuk perempuan. Lilit berbentuk persegi panjang yang biasanya
berukuran 200cm x 90cm. Namun, tidak semua lilit berukuran sama, karena bisanya
menyesuaikan dengan pustur tubuh pengguna.Penggunaan
lilit tidak sulit. Menggunakannya hampir sama dengan menggunakan pasmina yang
kekinian, hanya saja lilit biasanya menggunakan jarum pentul di kiri dan kanan
sisinya. Penggunaan jarum pentul pada tiap sisi lilit harus sejajar dengan
garis bibir pengguna. Penggunaan seperti ini pernah dicontohkan oleh bunda
Rahmah El Yunusiyah.Bagi
penulis, Lilit tidak hanya berkembang sebagai busana tradisional, tetapi juga
sebagai identitas pendidikan muslimah melalui peran Bunda Rahmah El Yunusiyah.
Lilit digunakan sesuai dengan ketentuan yang memilik standar dalam
penggunaannya. Standar penggunaan lilit yang tepat adalah di sisi kanan dan
kiri terurai menutupi siku pengguna. Jika orang-orang melihat wanita yang
menggunakan lilit di Padang Panjang, sebagian besar akan mengetahui bahwa
pengguna tersebut merupakan civitas academica perempuan Diniyyah Puteri Padang
Panjang.Bagi
santri, Lilit merupakan lambang keteguhan dan keanggunan sebagai perempuan muslimah.
Selain itu, lilit bukan sekadar penutup kepala, tetapi juga simbol
kedisiplinan, kesederhanaan, dan ketaatan terhadap nilai Islam yang dibawa
hingga mereka kembali ke masyarakat. Sehingga mereka menyadari makna
sesungguhnya dari penggunaan hijab yang sesuai dengan syariat Islam.Bunda
Rahmah El Yunusiyyah merupakan tokoh penggerak pendidikan yang juga dikenal
sebagai pahlawan nasional Republik Indonesia. Bunda Rahmah El Yunusiyyah,
sebagai pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, menjadikan lilit
sebagai busana harian santri sebagai bagian dari pendidikan karakter dan
kesopanan. Tidak hanya di bidang pendidikan, Diniyyah Puteri juga menonjolkan
sisi agama yang kental yang bisa dilihat langsung dari cara berbusana santri
dan seluruh karyawan perempuan Diniyyah Puteri Padang Panjang.Sejak
berdirinya Diniyyah Puteri, busana yang dikenakan oleh civitas academica-nya
tetap sama. Menggunakan baju basiba dan lilit. Namun, dalam tulisan ini penulis
ingin menonjolkan lilit terlebih dahulu. Mungkin nanti akan dilanjutkan dengan
busana basiba.Lilit
yang dikenakan oleh santri Diniyyah Puteri merupakan warisan kerhomatan dari
Bunda Rahmah El Yunusiyyah. Lilit tidak hanya menonjolkan kecantikan muslimah
seharusnya, tetapi juga dapat digunakan sebagai contoh penggunaan penutup
rambut yang syari, sesuai dengan tuntunan agama Islam. Tentu saja tidak hanya
bagi santri, tetapi juga bagi masyarakat muslim di Indonesia.Alquran
dan hadis merupakan pedoman atau landasan hidup manusia.  Tidak hanya mengatur tentang cara beribadah,
melainkan juga tentang cara berpakaian dan menjaga kehormatan perempuan. Beberapa
hadis dan perintah Allah tentang menutup aurat sudah tercatat dalam Alquran dan
hadis sebagai berikut:يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ
لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ
وَكَفَّيْArtinya: Wahai Asma’, sesungguhnya seorang perempuan,
apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali
ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud).يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ
قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ
جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ
غَفُورًا رَحِيمًاArtinya: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada
istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,
"Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang
demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak
diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Qs. Al-Ahzab: 59)Berdasarkan Hadis dan ayat Alquran tersebut dapat
disimpulkan bahwa seorang muslimah memiliki kewajiban untuk menjaga aurat
dengan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan wajah.
Bagi Muslimah sejati tentu saja hal ini merupakan perintah yang indah dari yang
Maha Kuasa. Tidak hanya untuk melindungi kecantikan hambanya tetapi juga sebagai
bentuk penghormatan terhadap diri sendiri.

























Nah, setelah membaca ini, bagaimana syar'i
versimu?Kumpulan tulisan guru ini merupakan dokumentasi pemikiran, refleksi, dan praktik baik sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan.</description>
					                </item><item>
						                <title>Kemeriahan Class Meeting MTsS DMP Diniyyah Puteri</title>
						                <link>https://mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id/dummy/berita/detail/kemeriahan-class-meeting-mtss-dmp-diniyyah-puteri</link>
						                <description>PMDSNewsPadang Panjang
(PMDS). Setelah menyelesaikan rangkaian Ujian Semester I dan kegiatan
remedial, MTsS DMP Diniyyah Puteri melalui organisasi PMDS menggelar kegiatan Class
Meeting sebagai penutup semester. Kegiatan ini dilaksanakan pada pekan
terakhir sebelum liburan dan diisi dengan delapan jenis perlombaan. Adapun
perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba rubik, catur, solo song,
nasyid, tenis meja, bola basket, bola beracun, serta lomba estafet yang
berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para santri.Kegiatan Class Meeting
dilaksanakan di lingkungan MTsS DMP, tepatnya di lapangan basket, lapangan
sepak bola, dan pendopo madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri
kelas VII hingga kelas IX. Tidak ketinggalan, para guru MTsS DMP turut berpartisipasi
sehingga menambah semarak suasana kegiatan. Setiap kelas membentuk beberapa tim
untuk mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan selama empat hari,
yaitu pada tanggal 11 serta 15–17 Desember 2025.





Dalam acara pembukaan Class
Meeting, Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Gubernur PMDS, Nadia Siti
Afifah, menyampaikan sambutannya. Ia menegaskan bahwa kegiatan Class Meeting
tidak hanya menjadi sarana hiburan dan penyegar setelah pelaksanaan ujian serta
remedial, tetapi juga berperan sebagai wadah untuk mempererat ukhuwah antara
sesama santri maupun antara santri dan guru.
“Harapan saya, melalui Class Meeting kali ini, hubungan kebersamaan kita
dapat terjalin lebih baik dari sebelumnya, baik antara kakak dan adik kelas,
maupun antara santri dengan guru,” ujarnya.Setelah kegiatan pembukaan pada
Kamis, 11 Desember 2025, perlombaan nasyid dilaksanakan dengan penuh khidmat
meskipun berlangsung di bawah rintik hujan. Peserta lomba nasyid terdiri atas
enam orang santri dari setiap kelas yang didampingi oleh masing-masing wali
kelas. Meskipun pilihan lagu yang ditentukan cukup terbatas, hal tersebut tidak
mengurangi kreativitas para peserta dalam menampilkan performa terbaik mereka.
Penampilan lomba nasyid disaksikan oleh seluruh santri dan guru dengan penuh
antusias dan semangat.Bersamaan dengan pelaksanaan lomba
nasyid, perlombaan rubik dan catur juga digelar. Para peserta merupakan satu
orang perwakilan dari masing-masing kelas. Kedua perlombaan tersebut
berlangsung dengan sengit dan penuh ketegangan sehingga menarik perhatian serta
sorak sorai para penonton. Dari perlombaan ini, terpilih tiga peserta tercepat
dalam menyusun rubik serta satu orang sebagai pemenang lomba catur.Kegiatan class meeting dilanjutkan
di hari kedua, yaitu pada hari Senin, 15 Desember 2025. Meskipun perlombaan
tertunda selama tiga hari, semangat para santri, guru, dan peserta belum surut.
Perlombaan pun dilanjutkan dengan lomba bola basket, tenis meja, dan solo song.









Pada hari-hari berikutnya hingga
Rabu, 17 Desember 2025, rangkaian perlombaan Class Meeting berlanjut
hingga penutupan kegiatan. Pada kesempatan tersebut, kelas IX C berhasil meraih
juara dalam perlombaan bola basket. Kelas ini dikenal memiliki semangat juang
dan antusiasme yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan,
khususnya pada cabang bola basket.Kegiatan Class Meeting secara
resmi ditutup oleh Gubernur PMDS pada Kamis, 18 Desember 2025. Dalam
sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan bangga atas sukses serta
kemeriahan rangkaian kegiatan akhir semester tersebut. Pada kesempatan itu,
Gubernur PMDS juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Madrasah MTsS
DMP Diniyyah Puteri atas kepercayaan yang diberikan kepada PMDS untuk mengelola
dan melaksanakan secara penuh kegiatan Class Meeting semester ini.
Setelah penutupan Class Meeting, acara dilanjutkan dengan pengumuman dan
pembagian hadiah kepada para peserta yang berhasil meraih juara di setiap
cabang perlombaan.

Dengan berakhirnya kegiatan Class
Meeting, seluruh santri MTsS DMP Diniyyah Puteri pun menyambut liburan
semester dengan penuh kesyukuran, semangat dan kebahagiaan.</description>
					                </item><item>
						                <title>Balada Senja Temaram</title>
						                <link>https://mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id/dummy/berita/detail/balada-senja-temaram</link>
						                <description>Kasih sayang dan
dedikasi seorang guru tak hanya tergambar dalam sapaan hangat, senyuman tulus,
atau perhatian sehari-hari. Meski ia berdiri di depan kelas untuk mengajar,
hatinya senantiasa tertuju pada Sang Pemilik Semesta, yang dengan kuasaNya
membolak-balikkan hati manusia demi kebaikan santri-santrinya. Karya ini
dipersembahkan dengan sepenuh cinta oleh para Ibu Guru hebat bagi seluruh
santri di MTs S DMP Diniyyah PuteriBalada
Senja Temaram (Karya dari rindu yang tlah sampai)Pernah, pada
satu kali
kuajak sunyi duduk bersama,
sembari merenungi apa jadinya kelak.
Kamu katakan padaku,
kamu suka dengan segala keindahan,
termasuk senja.
Ah, senja lukisan melankolia yang
membelai cakrawala.
Senja memang indah, Nak.
Tapi kamu dan aku tahu,
setelahnya selalu akan gelap.Di gelap itu
kamu kan diuji,
bertanya dan menimbang diri
antara menyerah, atau tetap melangkah.
Gelap adalah kanvas rahasia, tempat
bintang menulis doa dalam diam.
Di gelap itulah kamu menemukan
kekuatan yang tak disadari;
membawa semangat yang membara dalam jiwa,
kemudian menjadi cahaya di tengah gelap.Jangan takut
akan kegelapan,  sebab setiap mata tetap
awas mengintai kebenaran,  menyaksikan yang
jujur, menatap yang lalai.  Dalam diam
otak menyimpan senja dalam ingatan,  menyadari
bahwa aturan waktu tak bisa dilawan,  namun
bisa dimaknai oleh mereka yang paham.Tak perlu
takut dengan gelap, Nak,
sebab mungkin di sana
kamu akan melihat taburan bintang bersinar.
Tiap langkah kecil yang menapak
akan kamu temukan jejak kekuatan
menuju cahaya mengukir puisi yang
disulam takdir.Karena aku
tahu
di ujung kegelapan,
selalu ada fajar yang bersiap untuk naik
pada peraduan.
Ketika fajar itu menyingsing, percayalah,
setiap langkah terasa lebih ringan.
Tekad akan membawamu belajar
pada tiap rintangan,
untuk menemukan arti dari pertahanan.Di ufuk
timur,
temaram bergulir hingga cahaya emas
perlahan menyinari jiwamu.
Saat itu,
kamu temukan kekuatan dalam diri
untuk menghadapi tantangan yang baru.Dan ketika
mentari tlah meninggi, membasuh embun dan menghangatkan bumi, Kamu akan tahu
bahwa ujian telah terlewati, Bahwa jiwa telah mengalami dan mengerti.Kegelapan
bukan akhir, tapi jeda, ruang hening untuk menata raga, menyusun puing asa, menyadari
bahwa kita jauh lebih perkasa. Tataplah
senja tanpa cemas, Karena kamu telah mengenal gelap yang luas, Kamu,  penempuh yang tak lelah yang selalu menemukan
jalan pulang menuju cahaya yang utuh.Maka, Belajarlah!
 sebagai kunci dan upaya untuk membuka
kebaikan ilmu yang pancarkan cahaya
dari Sang Maha Perkasa,
namun Allah tak akan memberikannya
kepada pembuat dosa.Dalam lautan
ilmu itu,
sampanmu akan berlayar,
menelusuri mutiara-mutiara hikmah yang tak ternilai.
Sehingga akan kamu pahami,
menjadi bijak dan menjadi kuat
adalah tujuan untuk menjadi lebih baik.





















Teruslah melangkah,
dengan hati yang semakin kuat, Nak.
Kamu akan jauh meninggalkanku,
dan tiap langkahmu
menjadi bukti kekuatanmu.
Rinduku akan menetes seperti embun di
daun kenangan.Lihat dan
dengarlah hal-hal yang baik
meski yang tampak hanyalah
kebisingan dan dusta yang dipuji suci.
Nyatanya, jika perasaan dan pikiranmu baik,
maka dunia pun akan tersenyum lembut.
Jika hatimu tenang dan pikiranmu terang,
jalan hidup pun akan terasa lapang.Setiap
kebaikan yang kamu tanam
akan berbuah indah kelak di masa depan,
asal dunia tak lebih dulu menutup jalanmu
dengan prasangka yang mungkin mengguyur hati.Berhasil itu kadang datang
bersama kabut dan luka,
namun, di sanalah kau belajar
arti sabar dan percaya.
Luka adalah tinta kehidupan, tempat
jiwa menulis keberanian.Meski
langkahmu lambat dan lelah,
proses panjang akan menuntunmu
pada cahaya indah.
Setiap tantangan mengajarkan arti kuat,
setiap kegagalan membuatmu lebih hebat.
Teruslah melangkah walau perlahan,
karena kesabaran akan menuntunmu
pada kemenangan.
Kesabaran adalah sayap sunyi untukmu,
para pejuang cahaya.Ketika
waktumu tiba untuk bersinar,
ingatlah
setiap gelap yang pernah kamu lalui
bukanlah sia-sia.
Dari sana kamu tumbuh, belajar,
dan memahami makna hidup yang sesungguhnya,
bahwa cahaya paling indah
selalu lahir dari jiwa
yang pernah diterpa gelap,
namun tetap memilih untuk tidak padam.
meski akan dipeluk malamSebab dari
gelap yang pernah dilalui itu,
Allah sedang menumbuhkan iman dan kekuatan dalam jiwa
agar ketika tiba waktumu bersinar,
cahayamu memantulkan cahaya-Nya
dengan indah.
Dan keindahan itu akan terpancar padamu,
di setiap waktu, di setiap saat,
apabila kamu menginginkannya.Selalu
libatkan Allah, ya Nak,
dalam keindahanmu.
Karena Allah-lah yang akan menuntun langkahmu,
menemani setiap proses perjalanan hidupmu,
menguatkan cahayamu ketika redup,
dan membuat sinarmu kembali lebih terang.
Tanpa-Nya, kita hampa.Kala
kegelapan reda,
kita akan kembali bertemu cahaya.
Kamu dan aku tahu,
bahwa kita dituntun oleh aturan-Nya.
Dan di sana, pada batas senja dan
fajar, akan kita temukan makna keabadianTak henti
ku sampaikan padamu, Nak.Ajak
helaan nafas untuk ikut bertasbih dan bertahmid.Agar Ridho
Allah, selalu membersamai kita.Hingga
nanti.</description>
					                </item><item>
						                <title>Santri MTsS DMP Diniyyah Puteri Aktifkan Ilmu Lewat Magang Pendidikan</title>
						                <link>https://mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id/dummy/berita/detail/santri-mtss-dmp-diniyyah-puteri-aktifkan-ilmu-lewat-magang-pendidikan</link>
						                <description>Santri MTsS DMP Diniyyah Puteri kembali mengikuti program
magang yang dinantikan setiap bulannya. Program ini memberi kesempatan bagi
para santri untuk mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari di kelas sekaligus
melatih sikap disiplin, tanggung jawab, ramah, kasih sayang, sabar dan ikhlas.Program magang ini dibagi menjadi empat jenis:1. Magang ruang makan asrama2. Asisten guru di RA dan MI3. Magang unit-unit usaha Diniyyah Puteri, serta4. Magang di instansi pemerintah atau swasta.Kali ini, para santri menjalani program magang di bidang pendidikan dengan
menjadi asisten guru di RA Rahmah El Yunus dan MIS Rahmah El Yunusiyyah
Diniyyah Puteri. Dalam kegiatan ini, mereka turut membantu proses belajar
mengajar sekaligus belajar memberikan pelayanan terbaik kepada adik-adik di RA
dan MI.Selama magang berlangsung, para santri juga
mendapat arahan dan bimbingan langsung dari para guru, sehingga mereka dapat
memahami berbagai aspek dalam dunia pendidikan secara lebih mendalam. Melalui
pengalaman ini, para santri tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga
mengasah keterampilan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai calon ibu dan
pendidik di masa depan.Kegiatan magang ini menjadi wadah bagi para santri untuk
belajar memberikan pelayanan terbaik, memperluas wawasan, dan mengasah
keterampilan di bidang pendidikan. Melalui pengalaman nyata ini, diharapkan
para santri semakin siap menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu
berkontribusi dalam dunia pendidikan di masa mendatang.





















Melalui pengalaman ini, santri tidak hanya mengasah
keterampilan akademik, tetapi juga menghargai berbagai profesi dan peran di
masyarakat, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan dengan
karakter yang matang dan penuh empati.</description>
					                </item><item>
						                <title>Menjaga Api Semangat Pramuka di Tengah Perubahan Zaman</title>
						                <link>https://mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id/dummy/berita/detail/menjaga-api-semangat-pramuka-di-tengah-perubahan-zaman</link>
						                <description>Nadia Siti Afifah //Gubernur PMDS tahun 2025-2026Setiap tanggal 14 Agustus, kita memperingati lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia. Sebuah gerakan pendidikan nonformal yang membentuk generasi muda menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, mandiri, dan penuh semangat pengabdian.Gerakan Pramuka bukan hanya tentang latihan fisik, baris-berbaris, atau kegiatan alam terbuka. Lebih dari itu, Pramuka adalah tempat tumbuhnya karakter bangsa, semangat gotong royong, kepemimpinan, cinta alam, dan rasa tanggung jawab sosial.Pada momentum ini, kita juga perlu tahu tentang jasa dua tokoh penting dalam sejarah kepanduan:Baden Powell, dikenal sebagai Bapak Pandu Dunia, beliau adalah pendiri gerakan kepanduan pertama di dunia pada tahun 1907 di Inggris. Melalui kegiatan perkemahan di Pulau Brownsea, Baden Powell menanamkan nilai-nilai keberanian, kemandirian, dan kepemimpinan kepada kaum muda yang hingga kini menjadi fondasi Gerakan Pramuka di seluruh dunia.Sri Sultan Hamengkubuwono IX, ditetapkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Beliau berperan besar dalam menyatukan berbagai organisasi kepanduan di Indonesia menjadi satu wadah resmi: Gerakan Pramuka, yang diresmikan pada 14 Agustus 1961. Peran beliau sangat besar dalam menanamkan semangat kebangsaan dan pengabdian pada generasi muda. Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, semangat kepramukaan tetap relevan. Mari kita terus kobarkan semangat "Satya Ku Kudarmakan, Dharma Ku Kubaktikan" dalam setiap langkah kita baik dalam pendidikan, dunia kerja, maupun pengabdian kepada masyarakat.Mari kita terus kobarkan semangat Pramuka, menjadikan setiap langkah kita sebagai bagian dari perubahan positif, dan membangun bangsa dengan penuh semangat.Dirgahayu Pramuka Indonesia! Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa!!</description>
					                </item><item>
						                <title>Rapat Kerja Pengurus PMDS 2025–2026 Berlangsung di MTsS DMP Diniyyah Puteri</title>
						                <link>https://mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id/dummy/berita/detail/rapat-kerja-pengurus-pmds-20252026-berlangsung-di-mtss-dmp-diniyyah-puteri</link>
						                <description>Pada
Kamis–Jumat, 31 Juli-1 Agustus 2025, pengurus PMDS periode 2025/2026 menyelenggarakan Rapat
Kerja Organisasi (Raker) yang bertempat di MTsS DMP Diniyyah Puteri,
Padang Panjang. Acara tersebut dimulai pada Kamis pukul 15.00 WIB dan
berakhir pada Jumat pukul 10.00 WIB.Raker
secara resmi dibuka oleh Kepala Madrasah, Umi Rasyidah Z. Day, yang
didampingi oleh Wakil Kesiswaan, Wakil Humas, Pembina Organisasi, serta anggota
Dewan Santri dari Perguruan Diniyyah Puteri. Adapun
agenda raker yang dilaksanakan Adalah:1.      
Pelatihan
Baris-BerbarisSesi pertama diisi dengan pelatihan baris-berbaris yang dipandu
oleh kakak Pramuka. Pelatihan bertujuan meningkatkan kebugaran dan kesiapan
fisik seluruh pengurus dalam menjalankan program kerja organisasi ke depan.2.      
Presentasi
Program dan Diskusi InteraktifPada malam hari, setiap departemen mempresentasikan rencana kerja
yang telah disiapkan. Presentasi ini dilanjutkan dengan diskusi interaktif
berupa sesi tanya jawab dan masukan, serta koreksi untuk memperkuat visi
bersama, solidaritas, dan kekompakan tim.3.      
Kegiatan Pagi:
Jalan Sehat & Sarapan BersamaPada hari berikutnya, setelah menjalankan shalat dan zikir bersama,
seluruh pengurus melakukan aktivitas jalan sehat menikmati suasana
pagi Kota Padang Panjang. Acara ditutup dengan sarapan bersama sebagai
bentuk penguatan kebersamaan. Melalui
Raker ini, diharapkan seluruh program organisasi dapat terlaksana dengan
optimal dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Semoga seluruh rencana PMDS periode
2025/2026 berjalan lancar, produktif, dan berdampak positif bagi seluruh
anggota.Kepala
Madrasah sendiri menyampaikan bahwa raker ini merupakan kegiatan penting untuk
menyinkronkan gagasan dan memastikan bahwa program yang dirancang tidak hanya
menjadi formalitas semata, melainkan benar-benar dapat dilaksanakan dengan
efektif sesuai visi PMDS.

























Kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan
mendampingi pelaksanaan Raker ini. Tetap nantikan berita dan kegiatan seru dari
PMDS di waktu mendatang.</description>
					                </item><item>
						                <title>Apel Pagi Pertama  pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026</title>
						                <link>https://mtssdmp-diniyyahputeri.sch.id/dummy/berita/detail/apel-pagi-pertama--pada-tahun-ajaran-baru-20252026</link>
						                <description>Pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025, Apel pagi dimimpin
oleh Bapak Asmul Fajri, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau mengangkat
kisah Asma’ binti Abu Bakar yang dikenang sebagai Dzatun Nithaqayn
atau “Pemilik Dua Ikat Pinggang” sebagai contoh nyata keberanian dan ketulusan.
Salah satu ikat pinggangnya dipakai membungkus bekal Rasulullah, sementara yang
lainnya tetap ia pakai sendiri sebagai tanda keikhlasan yang tulus hati.Dalam amanatnya, Bapak Asmul menuturkan secara ringkas
bagaimana Asma’ dengan cekatan membagi dua ikat pinggangnya satu untuk mengikat
makanan dan satu untuk bekal air saat mengantarkan logistik hijrah kepada Nabi
Muhammad dan Abu Bakar, sehingga mendapatkan gelar mulia dari Nabi ﷺ.
Bahkan ketika Abu Jahal datang mempertanyakan keberadaan ayahnya, Asma memilih
menutup mulut dan menjaga rahasia, menunjukkan keberanian, keteguhan dan
kesetiaan tinggi. Dari teladan Asma’, Bapak Asmul menyampaikan tiga pesan
utama:
 Berani
     dalam kebenaran. Beranilah berprinsip
     menegakkan kebenaran yang Allah turunkan melalui Rasul Nya, sekalipun itu bisa
     mengurangi porsi kita di dunia, walau itu membuatmu berbeda dan sekalipun
     menghadapi ancaman. Seperti keberanian yang telah dicontohkan Asma’
 Tetap istiqamah walau ujian begitu
     berat. Ujian yang
     berat berupa mengantarkan bekal, di intimidasi oleh Abu Jahal, Asma’ sabar
     dan tidak menyerah. Proses ini menjadikan Asma’ mulia di sisi Allah. Sekarang
     anak Bapak, sedang di uji dengan menutut ilmu dengan berbagai program di
     asrama, madrasah bahkan tuntutan dari orang tua di rumah. Semua itu berat,
     bersabarlah dan jangan menyerah, semua ini proses menjadikan kita mulia di
     sisi Allah. Sesuai dengan karakter santri Diniyyah Puteri yaitu kuat dan
     tegar sebagai Mujahidah Allah. 
 Apapun peran yang Allah takdirkan itu bisa mengantarkan
     kita ke surga Nya Allah. Sekarang peran yang Allah percayakan kepada
     anak-anak Bapak, bukan menjadi seorang Asma’ melainkan sebagai seorang
     santri yang sedang menuntut ilmu, bermujahadah lah, sungguh ketika itu
     dijalankan seperti Asma’ menjalankan perannya, akan mengantarkan ananda
     semua menjadi Asma’ berikutnya dalam versi hari ini.
Semoga Allah mudahkan kita mengamalkannya
untuk bisa mendapatkan Ridhonya  Allah
Subahanahu wata’ala. Aamiin.Terima kasih kepada pelaksana apel pagi
kali ini, yaitu Pengurus PMDS, yang sukses menyelenggarakan acara dengan tertib dan penuh khidmat.</description>
					                </item></channel>
  	</rss>